Ia juga mengimbau para demonstran untuk mencatat nama-nama aparat atau pejabat yang terlibat dalam kekerasan agar dapat dimintai pertanggungjawaban di masa depan.
Selain tekanan politik, Trump mengumumkan kebijakan tarif baru sebesar 25 persen terhadap negara mana pun yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran.
Baca Juga:
Gelombang Protes Iran Mematikan, Aktivis Catat 2.571 Korban Jiwa
“Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan dikenai tarif 25 persen atas seluruh bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” tulis Trump di Truth Social.
Tarif tersebut akan dibebankan kepada para importir di Amerika Serikat atas setiap barang yang berasal dari negara-negara mitra dagang Iran.
Kebijakan tarif itu langsung memicu reaksi dari sejumlah negara yang selama ini memiliki hubungan ekonomi erat dengan Teheran.
Baca Juga:
Ribuan Orang Tewas, Demo Iran Disebut Lebih Brutal dari 1979
Juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, menyatakan bahwa Beijing akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.
China tercatat sebagai salah satu mitra ekspor terbesar Iran, bersama Irak, Uni Emirat Arab, dan Turkiye.
Rusia turut mengecam tekanan Amerika Serikat terhadap Iran dengan menuding adanya kekuatan eksternal yang berusaha mengguncang dan menghancurkan negara tersebut.