Demonstrasi sempat mereda sehari sebelumnya menyusul tindakan keras aparat keamanan yang melakukan penangkapan massal dan pembubaran paksa.
Pernyataan terbuka Trump dinilai berpotensi memicu kembali gelombang protes lanjutan di berbagai kota Iran.
Baca Juga:
Trump Klaim Seluruh Pemimpin Militer Iran Tewas, Sebut Mojtaba Khamenei "90 Persen Lenyap"
Sejumlah gambar dari kamar jenazah yang bocor ke media sosial memperlihatkan banyaknya korban, sekaligus memperkuat laporan tentang tingginya angka kematian.
Associated Press mengutip organisasi Human Rights Activists in Iran yang memperkirakan jumlah korban tewas mencapai sekitar 2.000 orang, termasuk 135 orang yang disebut berafiliasi dengan pemerintah.
Pembatasan internet serta kontrol ketat terhadap media membuat verifikasi independen atas angka korban menjadi sangat sulit dilakukan.
Baca Juga:
Iran Sebut Lindsey Graham Sosok Jahat Usai Senator AS Itu Meninggal Dunia
Pada Selasa malam (13/1/2026) --, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengimbau seluruh warganya untuk segera meninggalkan wilayah Iran.
Trump juga melontarkan peringatan keras bahwa Amerika Serikat akan mengambil tindakan sangat tegas jika pemerintah Iran menjatuhkan hukuman mati kepada para demonstran.
“Para pelaku akan menanggung akibat yang sangat besar,” ujar Trump dalam pernyataannya.