Negara-negara Eropa seperti Inggris, Perancis, Jerman, dan Italia memilih menempuh jalur diplomasi dengan memanggil duta besar Iran di masing-masing negara untuk dimintai penjelasan terkait dugaan pelanggaran HAM.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyampaikan keprihatinannya atas laporan kekerasan di Iran dan meminta pemerintah Teheran memberikan klarifikasi resmi.
Baca Juga:
Gelombang Protes Iran Mematikan, Aktivis Catat 2.571 Korban Jiwa
Akar protes di Iran bermula dari krisis ekonomi yang kian memburuk, namun kini berkembang menjadi seruan terbuka untuk menjatuhkan pemerintahan teokratis.
Otoritas Iran merespons demonstrasi dengan gelombang penangkapan, pemutusan akses internet, serta ancaman hukuman mati bagi warga yang terlibat aksi protes.
Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan menilai bahwa rezim Iran sedang berada di ujung tanduk.
Baca Juga:
Ribuan Orang Tewas, Demo Iran Disebut Lebih Brutal dari 1979
“Saya berasumsi kita kini menyaksikan hari-hari dan minggu-minggu terakhir rezim ini,” kata Merz.
“Ketika sebuah rezim hanya bisa mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan, maka pada dasarnya ia sudah berada di ujung,” lanjutnya.
“Penduduk sekarang bangkit melawan rezim ini,” tegas Kanselir Jerman tersebut.