Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan Iran untuk membalas setiap serangan, terutama jika menyasar fasilitas vital negara.
Ketegangan semakin meningkat setelah Trump kembali melontarkan ancaman terbuka terkait Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.
Baca Juga:
Tujuh Kapal Malaysia Bebas Meluncur di Selat Hormuz, Anwar: Cukup Telepon Iran Sekali
Ia mendesak Iran segera membuka jalur tersebut bagi kapal-kapal internasional, atau menghadapi konsekuensi serius dari militer Amerika Serikat.
"Selasa akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan', semuanya digabung menjadi satu di Iran, tidak akan ada yang seperti itu, buka Selat sialan itu atau kalian akan hidup dalam neraka, lihat saja, segala puji bagi Allah (alhamdulillah)," kata Donald Trump dalam unggahannya, Minggu (5/4/2026).
Ancaman tersebut merujuk pada kemungkinan serangan terhadap infrastruktur penting Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan.
Baca Juga:
Ancaman Trump Soal Penutupan Selat Hormuz, Iran Respons Tuntut Konpensasi
Konflik ini menunjukkan potensi eskalasi yang semakin luas, dengan dampak tidak hanya pada kawasan Timur Tengah tetapi juga stabilitas ekonomi global.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.