Menanggapi hal tersebut, Abdulla kembali menegaskan bahwa hubungan antara kedua negara tetap penting dan akan terus berkembang ke depan.
“Namun, sudah saatnya untuk meninjau nilai tambah pangkalan AS terhadap portofolio pertahanan nasional kita.”
Baca Juga:
Abdul Muhyi Akan Audiensi ke Kejaksaan Agung RI, Minta Penjelasan Terbuka Soal Temuan Map Bertuliskan "Bupati Karawang"
Di sisi lain, data menunjukkan bahwa Amerika Serikat memiliki sedikitnya 19 pangkalan militer di Timur Tengah, dengan delapan di antaranya bersifat permanen, serta sekitar 40.000 personel sebelum konflik terbaru.
UEA sendiri menjadi lokasi bagi sekitar 3.500 tentara AS dan pangkalan udara al-Dhafra yang digunakan bersama oleh Amerika Serikat, Prancis, dan UEA.
Sejak konflik meningkat pada akhir Februari, wilayah Teluk, termasuk UEA, menjadi sasaran serangan balasan dari Iran berupa rudal dan drone dalam jumlah besar.
Baca Juga:
GIBAS Jaya Karawang Desak DLH Jabar Publikasikan Hasil Uji Limbah Sungai Kutanegara Ciampel
Tercatat ratusan rudal balistik, ribuan drone, serta sejumlah rudal jelajah telah diluncurkan ke wilayah Emirat hingga akhir Maret.
Dampak konflik tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi keamanan, tetapi juga mengguncang sektor ekonomi UEA yang sangat bergantung pada pariwisata, properti, logistik, dan keuangan.
Lebih dari USD120 miliar dilaporkan hilang dari kapitalisasi pasar di bursa saham Dubai dan Abu Dhabi dalam waktu singkat.