Kemenangan Anutin tidak terlepas dari strategi politiknya yang cermat, termasuk kesepakatan dengan oposisi progresif People’s Party.
Komitmen itu memperkuat dukungan lintas partai dan membuka jalan menuju kursi perdana menteri.
Baca Juga:
Gubernur Jambi di Laporkan ke KPK atas Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion dengan Anggaran 250 Milyar
Dalam pidatonya, Anutin juga menegaskan komitmen untuk mereformasi sistem politik Thailand.
Ia berjanji menggelar referendum perubahan konstitusi serta menjadwalkan pemilihan umum baru dalam kurun empat bulan.
Sebelum meraih posisi tertinggi di pemerintahan, Anutin telah lama malang melintang di kabinet Thailand.
Baca Juga:
Bahagia Maha Nilai Interpelasi DPRK Tak Tepat Momentum di Tengah Mandeknya Pengesahan APBK
Ia pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri, menteri dalam negeri, hingga menteri kesehatan.
Namanya bahkan melekat di publik saat memimpin penanganan pandemi, yang membuatnya dijuluki “tsar COVID-19” di Thailand.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.