Diketahui bahwa tahun 1992 silam, sebuah pesawat penumpang jenis Airbus A300 milik maskapai Pakistan International Airlines jatuh ke lereng bukit saat terbang mendekati Kathmandu. Semua 167 orang yang ada di dalam pesawat itu tewas.
Melansir detikcom, dilaporkan juga bahwa nyaris 350 orang tewas sejak tahun 2000 dalam kecelakaan pesawat atau helikopter di wilayah Nepal -- yang menjadi lokasi bagi delapan dari total 14 gunung tertinggi di dunia termasuk Everest, di mana kondisi cuaca bisa berubah secara tiba-tiba yang memicu kondisi berbahaya.
Baca Juga:
Pakistan Temukan Cadangan Emas Besar di Sungai Indus, Nilainya Capai 800 Miliar Rupee
Uni Eropa melarang maskapai-maskapai Nepal mengudara di wilayah udaranya sejak tahun 2013, dengan alasan keamanan.
Penyebab jatuhnya pesawat penumpang milik Yeti Airlines itu belum diketahui secara jelas. Diketahui bahwa kondisi cuaca tergolong cerah saat insiden itu terjadi.
Menteri Keuangan Bishnu Paudel menuturkan bahwa pemerintah Pakistan telah membentuk sebuah panel khusus untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat itu. Panel khusus itu diharapkan telah memberikan laporannya dalam waktu 45 hari ke depan.
Baca Juga:
Tragedi Bom di Pakistan: Diplomat Indonesia dan Sejumlah Negara Lolos dari Maut
Badan penyelidik kecelakaan udara Prancis, BEA, telah menyatakan akan berpartisipasi dalam penyelidikan dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait. [eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.