Setelah proses verifikasi selesai dan keputusan disetujui, pusat komando akan menyusun perintah peluncuran dalam bentuk pesan berkode yang dikirim ke unit peluncur, baik di kapal selam maupun pangkalan darat.
Perintah tersebut juga memuat rincian target serta rencana operasi yang akan dijalankan.
Baca Juga:
Sadis! Korban Penculikan di Garut Dipaksa Makan Kotoran Ayam
Kode untuk mengaktifkan rudal nuklir sendiri disimpan secara terpisah dan hanya dapat diakses melalui prosedur tertentu sesuai jenis sistem persenjataan yang digunakan.
Begitu rudal diluncurkan, tidak ada mekanisme untuk membatalkan serangan, sehingga sistem pengamanan berlapis diterapkan secara ketat.
Meski Presiden memiliki otoritas tertinggi, keputusan penggunaan senjata nuklir tetap melibatkan berbagai tahapan verifikasi dan pertimbangan dari banyak pihak.
Baca Juga:
Target 380 Ribu Anak, Vaksin Campak di Banten Terkendala Penolakan
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.