“Kalau akumulasi anak-anak yang tidak mendapat imunisasi ini terkumpul di suatu tempat maka kekebalan kelompok tidak terbentuk dan seterusnya akan terjadi peningkatan kasus dan kemudian kejadian luar biasa,” katanya.
Ia mencontohkan Indonesia sempat mengalami kejadian luar biasa polio.
Baca Juga:
Sempat Dilarang Usai Kecelakaan Maut, Pesawat MD-11 Kini Diizinkan Terbang Lagi
Akibat kondisi itu, jemaah haji asal Indonesia diwajibkan menerima vaksin polio untuk dapat masuk ke Saudi Arabia.
“Nah, itu karena kenapa? Karena di Indonesia ada laporan dari WHO bahwa Indonesia ada KLB Polio dicatat,” ujar Gertrudis.
Menurutnya, negara lain menjadi waspada karena khawatir tertular penyakit dari Indonesia.
Baca Juga:
Dipecat Karena Suami Kerja di Perusahaan Kompetitor, Wanita Ini Menang Rp1,75 Miliar
Selain berpotensi memicu wabah, rendahnya imunisasi juga dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Anak yang tidak mendapatkan imunisasi berisiko lebih sering sakit, mengalami kecacatan, bahkan meninggal akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.
“Jangka panjangnya tentu anak sakit-sakitan akan berimbas pada ekonomi, sumber daya manusia dan seterusnya,” katanya.