Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai temuan tersebut menjadi pengingat bahwa seseorang tetap perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala meskipun merasa sehat dan tidak mengalami keluhan.
"Melalui Cek Kesehatan Gratis, kita berharap penyakit dapat ditemukan lebih cepat sehingga segera ditangani. Jangan menunggu sampai muncul keluhan atau komplikasi," ujar Budi di Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.
Baca Juga:
Enam Dokter Internsip Meninggal, Kemenkes Gelar Medical Check Up dan Skrining Kesehatan Jiwa
Menurut Budi, sebagian besar penyakit tidak menular (PTM), termasuk hipertensi dan diabetes, kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Akibatnya, banyak penderita baru mengetahui penyakitnya setelah muncul komplikasi yang lebih berat.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala dinilai menjadi strategi penting untuk mendeteksi penyakit maupun faktor risikonya sejak dini, sehingga dapat mencegah komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi juga mengingatkan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan tidak bersifat permanen.
Baca Juga:
Awasi Ketat Dapur MBG, Kerahkan Dokter Sampai Chef Profesional
Menurutnya, kondisi kesehatan dapat berubah dipengaruhi pola hidup, usia, maupun faktor risiko lainnya.
"Pesannya sederhana, lakukan Cek Kesehatan Gratis setiap tahun. Hasil pemeriksaan yang baik pada tahun lalu bukan berarti kondisi kesehatan kita tetap sama pada tahun ini," kata Endang.
Di sisi lain, pelaksanaan Program CKG juga menunjukkan hasil positif dalam pengendalian penyakit.