Dari sekitar 2,4 juta peserta yang sebelumnya menderita hipertensi dan menjalani pemeriksaan ulang, sebanyak 1,1 juta orang berhasil mengendalikan tekanan darahnya hingga kembali berada dalam batas normal.
Keberhasilan serupa juga terlihat pada peserta penyandang diabetes. Dari 340 ribu orang yang dipantau kembali melalui program tersebut, sebanyak 235 ribu peserta berhasil mengontrol kadar gula darahnya sehingga kondisinya lebih terkendali.
Baca Juga:
Enam Dokter Internsip Meninggal, Kemenkes Gelar Medical Check Up dan Skrining Kesehatan Jiwa
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan bahwa seluruh rangkaian Cek Kesehatan Gratis selalu diawali dengan proses anamnesis atau wawancara medis.
Tahapan ini bertujuan menggali informasi mengenai keluhan kesehatan, riwayat penyakit, hingga faktor risiko yang dimiliki setiap peserta sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan.
"Anamnesis membantu menentukan apakah seseorang memerlukan pemeriksaan lanjutan dan jenis layanan yang sesuai. Dengan begitu, penanganan dapat diberikan lebih tepat sasaran," ujar Dante.
Baca Juga:
Awasi Ketat Dapur MBG, Kerahkan Dokter Sampai Chef Profesional
Pakar kesehatan masyarakat Universitas Indonesia, dr. Iwan Ariawan, menilai keberhasilan Program CKG tidak hanya ditentukan oleh proses skrining, tetapi juga oleh tindak lanjut setelah peserta menerima hasil pemeriksaan.
Menurutnya, masyarakat perlu menindaklanjuti hasil tersebut dengan menerapkan gaya hidup sehat, mematuhi pengobatan apabila diperlukan, serta mengikuti rujukan medis sesuai anjuran tenaga kesehatan agar risiko komplikasi dapat ditekan.
Untuk memperluas cakupan layanan, Kementerian Kesehatan terus mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas Cek Kesehatan Gratis di puskesmas terdekat.