“Kementerian Sosial terus mendorong pemerintah daerah untuk aktif dalam pemutakhiran DTSEN, pengusulan, maupun reaktivasi bansos,” ujar Gus Ipul.
Ia memaparkan hasil evaluasi data menunjukkan lebih dari 15 juta warga yang tergolong dalam desil 6 hingga desil 10 masih tercatat sebagai penerima PBI BPJS Kesehatan.
Baca Juga:
BPJS PBI Dinonaktifkan, YLKI Buka Posko Aduan Konsumen
Desil 6 sampai 10 merupakan kelompok masyarakat menengah hingga kaya yang secara ekonomi dinilai lebih mampu membiayai kepesertaan jaminan kesehatan secara mandiri.
“Desil 6 sampai 10 dan non-desil mencapai 15 juta lebih, di mana yang lebih mampu terlindungi,” ujar Gus Ipul.
Di sisi lain, pemerintah justru menemukan sekitar 54 juta masyarakat dalam kategori desil 1 sampai 5 belum terdaftar sebagai penerima PBI BPJS Kesehatan.
Baca Juga:
BPJS PBI Mendadak Nonaktif, Pemerintah Angkat Bicara soal Nasib Pasien
Kelompok desil 1 sampai 5 mencakup masyarakat sangat miskin, miskin, hampir miskin, dan rentan miskin yang seharusnya menjadi prioritas perlindungan negara.
“Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih,” ujar Gus Ipul.
Ia menegaskan penonaktifan kepesertaan PBI pada tahun sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari penataan agar bantuan negara benar-benar tepat sasaran dan berpihak pada kelompok paling membutuhkan.