Saat itu, lanjut dia, banyak pasien yang mengantre tak terurus oleh pihak rumah sakit.
Selain itu, banyak pula pasien yang mengantre masuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Baca Juga:
Bom Molotov Salah Sasaran di Koja, Ibu yang Hendak ke Pasar Jadi Korban
"Saya bilang, ini rumah sakit atau pasar? Orang mengantre semua, padahal sudah sekarat. Saya bilang lagi, 'Enggak bisa, ini harus tambah gedung rumah sakit'," kata Ahok, kala itu.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Koja saat itu, Togi Asman Sinaga, mengatakan, perlu ada Detail Engineering Design (DED) terlebih dahulu untuk pembangunan RS.
Waktu pelaksanaan DED hingga satu tahun lamanya.
Baca Juga:
Gara-gara Ejekan dan Urusan Cewek, Duel Remaja di Jakarta Utara Berakhir Tragis
Setelah DED, dilakukan lelang tender yang memakan waktu hingga tiga tahun.
"Ya ilah, mati duluan itu orang, nunggu kelamaan. Kalau ditambah lelang tiga tahun, berarti tahun 2015-2016-2017, keburu gue enggak jadi Gubernur lagi," kata Ahok, tertawa.
Belum lagi, lanjutnya, kalau pembangunan gedung itu selesai, Pemprov DKI masih perlu melakukan lelang tender pengadaan perlengkapan alat kesehatannya.