WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gelombang cuaca panas ekstrem yang melanda akhir-akhir ini tidak boleh dianggap remeh. Alih-alih memicu kelelahan biasa, nekat beraktivitas fisik dengan paparan terik matahari yang menyengat bisa berujung fatal pada kerusakan organ dalam tubuh.
Kejadian tragis ini dialami oleh seorang pria berusia 25 tahun asal Son La yang bekerja sebagai kuli bangunan di Hanoi, Vietnam. Akibat terbiasa memforsir tubuhnya bekerja selama 11 jam sehari di bawah cuaca terik, ia harus dilarikan ke E Hospital dalam kondisi kritis.
Baca Juga:
Tren Kanker Ginjal Makin Banyak Ditemukan di Usia 20-30, Dokter Ingatkan Pemicunya
Awalnya, sepulang kerja pria tersebut mengeluhkan kelelahan hebat, haus, dan nyeri badan. Tetapi, kondisinya memburuk dengan sangat cepat.
Anggota tubuhnya mendadak kaku, mengalami nyeri otot yang menyiksa, hingga tubuhnya lemas total sampai tidak mampu bergerak. Melihat itu, rekan-rekan kerjanya langsung membawanya ke UGD.
Kondisi Pasien yang Mengkhawatirkan
Baca Juga:
Banyak Orang Gak Sadar, 7 Makanan Ini Bikin Ginjal Kerja Lebih Keras
Ketika tiba di Departemen Nefrologi, Urologim dan Hemodialisis, tim medis menemukan tanda-tanda klinis yang mengkhawatirkan. Pasien mengalami oliguria (volume urine berkurang drastis) dan urine berwarna gelap pekat yang tidak normal.
Hasil tes laboratorium menegaskan diagnosis yang mengerikan. Pemuda tersebut mengalami kerusakan ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) akibat dehidrasi berat.
Selain itu, ia juga mengidap streptomialisis atau rhabdomyolysis, yakni sebuah kondisi di mana jaringan otot rangka hancur dan lisis.