Dr Nguyen Van Lap, MD, MSc yang menangani kasus ini membeberkan secara taktis bagaimana cuaca panas ekstrem bisa menghancurkan otot dan ginjal sekaligus.
"Ketika tubuh aktif dengan intensitas tinggi di lingkungan bersuhu tinggi, jumlah air dan elektrolit yang hilang melalui keringat sangat besar. Jika tidak segera diganti, tubuh akan mengalami dehidrasi dan gangguan elektrolit," analisis Dr Nguyen Van Lap, dikutip dari LAO DONG Vietnam.
Baca Juga:
Tren Kanker Ginjal Makin Banyak Ditemukan di Usia 20-30, Dokter Ingatkan Pemicunya
"Selain itu, kelelahan yang berlebihan dapat merusak sel otot, menyebabkan streptomialisis. Produk dari proses penghancuran otot (mioglobin) dilepaskan ke dalam darah, menyebabkan ginjal kelebihan beban (overload) untuk mengeluarkannya, sehingga meningkatkan risiko kerusakan ginjal akut," tambahnya.
Hal yang Terjadi pada Tubuh Akibat Paparan Sinar Matahari
Belajar dari kasus fatal ini, Dr Nguyen Van Lap mewanti-wanti masyarakat, khususnya para pekerja di luar ruangan, untuk mengatur jam kerja yang lebih rasional. Hindari memaksakan diri bekerja terus-menerus selama jam-jam puncak panas terik di siang hari.
Baca Juga:
Banyak Orang Gak Sadar, 7 Makanan Ini Bikin Ginjal Kerja Lebih Keras
Pekerja wajib menghidrasi tubuh secara berkala dengan mengonsumsi air secara teratur. Selain itu, perlu memperhatikan kompensasi cairan elektrolit yang tepat jika memproduksi keringat dalam jumlah masif.
Segera hentikan aktivitas dan kunjungi fasilitas medis jika tubuh Anda mulai memicu alarm bahaya seperti:
Kelelahan ekstrem yang berkepanjangan dan tidak hilang setelah istirahat.