Berdasarkan pengalaman tersebut, kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan vaksin tercatat memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang telah divaksin.
“Berkaca dari COVID-19, lebih banyak orang tidak divaksin yang meninggal. Karena itu, media berperan penting mendorong masyarakat melengkapi vaksinasi,” ujarnya.
Baca Juga:
Kemenkes Terapkan Label Nutri-Level Bertahap, Dorong Masyarakat Lebih Sadar Gizi
Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes juga menyampaikan tiga pesan utama kepada insan media.
Pertama, media diharapkan mampu berperan sebagai edukator yang memberikan informasi akurat di tengah maraknya disinformasi dan infodemi yang beredar di masyarakat.
“Yang pertama, jadilah edukator yang baik. Di tengah maraknya infodemic, satu tulisan jurnalis yang berkualitas bisa menjadi pelurus berbagai informasi keliru,” kata Dante.
Baca Juga:
Wamenkes Tegaskan RS dan Puskesmas Tetap Buka Meski Ada WFH
Kedua, media diminta menghadirkan narasi yang positif dan membangun, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi dan mendorong partisipasi secara sukarela.
Ketiga, media diharapkan konsisten dalam menyajikan informasi yang aktual dan berbasis pada sumber kredibel, seperti tenaga kesehatan, pakar medis, serta institusi pendidikan terpercaya.
“Imunisasi itu baik, imunisasi itu sehat, imunisasi tidak ada efek sampingnya, maka tentu mereka akan datang. Media perlu menggali dan menyebarluaskan informasi tersebut agar masyarakat mendapat informasi yang bisa dipercaya,” kata Dante menutup.