WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menegaskan pentingnya efektivitas program holdingisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya di sektor farmasi, sebagai fondasi dalam memperkuat ketahanan industri kesehatan nasional.
Menurutnya, keberhasilan transformasi dan restrukturisasi perusahaan-perusahaan pelat merah menjadi faktor penting dalam mewujudkan kemandirian sektor kesehatan Indonesia di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.
Baca Juga:
Kadis Kominfo Karo: Jaga Integritas dan Kwalitas Data Dilapangan Agar Memiliki Pemahaman Yang Matang
Hal tersebut disampaikan Anggia saat membuka Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Bio Farma Group di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Dalam forum tersebut, Komisi VI melakukan evaluasi terhadap perkembangan kinerja perusahaan serta pelaksanaan program transformasi yang sedang dijalankan oleh holding BUMN farmasi tersebut.
“Bio Farma Group sebagai Holding BUMN Farmasi memiliki peran strategis yang tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga mengemban tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan kesehatan nasional,” ujar Anggia saat membuka Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan Bio Farma Group di ruang rapat Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga:
Banggar DPR Ingatkan Tantangan Fiskal 2027, Pembayaran Utang dan Program Prioritas Harus Berjalan Seimbang
Anggia menjelaskan bahwa sektor kesehatan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Berbagai dinamika geopolitik global, gangguan rantai pasok internasional, perkembangan teknologi kesehatan yang berlangsung sangat cepat, hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau menjadi faktor yang harus diantisipasi secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan.
Di tengah kondisi tersebut, Komisi VI DPR RI memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah transformasi yang telah dilakukan Bio Farma Group dalam beberapa tahun terakhir.