Menurutnya, program tersebut tidak boleh berhenti hanya pada penyatuan struktur organisasi atau penggabungan administratif semata.
Holdingisasi harus mampu menciptakan sinergi yang konkret dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kinerja perusahaan serta kontribusi yang lebih besar bagi negara.
Baca Juga:
Kadis Kominfo Karo: Jaga Integritas dan Kwalitas Data Dilapangan Agar Memiliki Pemahaman Yang Matang
“Holdingisasi harus mampu menghasilkan sinergi yang nyata, memperkuat struktur permodalan, meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan kapasitas produksi yang tersedia, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi negara. Transformasi kelembagaan harus diikuti dengan transformasi bisnis yang terukur, sehingga setiap entitas dalam Bio Farma Group memiliki arah pengembangan yang jelas, saling memperkuat, dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegas Anggia.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi VI DPR RI juga memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan program restrukturisasi dan penyehatan sejumlah anak perusahaan yang masih berlangsung hingga saat ini.
Anggia menekankan bahwa proses restrukturisasi harus menghasilkan perubahan fundamental yang berkelanjutan, sehingga seluruh entitas di bawah Bio Farma Group memiliki daya tahan usaha yang kuat dan mampu bersaing di tengah dinamika industri kesehatan yang semakin kompetitif.
Baca Juga:
Banggar DPR Ingatkan Tantangan Fiskal 2027, Pembayaran Utang dan Program Prioritas Harus Berjalan Seimbang
Menurutnya, langkah penyehatan perusahaan perlu difokuskan pada penguatan modal kerja, perbaikan tata kelola perusahaan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan model bisnis yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kesehatan nasional maupun global di masa mendatang.
Lebih lanjut, Anggia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi Bio Farma Group pada akhirnya harus tercermin pada meningkatnya kemandirian farmasi nasional.
Kemandirian tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, berkembangnya industri bahan baku obat nasional, meningkatnya kemampuan riset dan inovasi, bertambahnya produk-produk kesehatan bernilai tambah tinggi, perluasan pasar ekspor, hingga semakin luas dan terjangkaunya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.