Saat ini fenomena tersebut juga semakin meluas melalui interaksi di dunia digital dan media sosial yang kerap menjadi ruang baru munculnya tekanan sosial bagi anak-anak.
“Bullying bisa terjadi di sekolah maupun luar sekolah karena pengaruh media sosial,” ujarnya.
Baca Juga:
Perizinan Alat Kesehatan Jadi Kunci Daya Saing Industri Kesehatan Nasional
Selain perundungan, tekanan akademik juga dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memicu munculnya gangguan kesehatan mental pada pelajar.
Tuntutan prestasi yang tinggi terkadang membuat anak mengalami stres berlebih jika tidak diimbangi dengan dukungan psikologis yang memadai dari lingkungan sekitar.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah memperkuat kerja sama lintas kementerian.
Baca Juga:
Prabowo Jadikan Penurunan TBC Prioritas Nasional, Wamenkes Paparkan Strategi Penanganan
Kementerian Kesehatan menggandeng Kementerian Agama Republik Indonesia serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia guna memperkuat upaya penanganan kesehatan jiwa anak di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi ini difokuskan pada perbaikan pola interaksi antar siswa di sekolah agar tercipta suasana belajar yang lebih sehat, aman, dan saling menghargai.
Dengan demikian, potensi tekanan psikologis di kalangan pelajar diharapkan dapat diminimalkan.