“Kami memastikan cara berinteraksi antar murid diperbaiki agar tekanan kejiwaan bisa dikendalikan,” kata Budi.
Data pemerintah menunjukkan adanya peningkatan kecenderungan perilaku bunuh diri pada anak dan remaja dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga:
Perizinan Alat Kesehatan Jadi Kunci Daya Saing Industri Kesehatan Nasional
Jumlah anak yang memiliki pikiran untuk bunuh diri tercatat meningkat sekitar 1,6 kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Tidak hanya itu, angka percobaan bunuh diri pada kelompok usia anak dan remaja juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan, yakni hampir tiga kali lipat.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera melakukan langkah pencegahan yang lebih komprehensif.
Baca Juga:
Prabowo Jadikan Penurunan TBC Prioritas Nasional, Wamenkes Paparkan Strategi Penanganan
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menilai bahwa persoalan yang menyangkut anak memerlukan penanganan bersama dari berbagai pihak.
Menurutnya, perlindungan anak tidak bisa dilakukan hanya oleh satu lembaga atau kementerian saja.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Indonesia, baik dari sisi kebijakan, pendidikan, maupun lingkungan sosial.