Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan sekitar Rp22,2 triliun untuk pembiayaan layanan penyakit katastropik, seperti cuci darah, operasi jantung, kemoterapi, dan layanan kesehatan lainnya.
"Untuk pembiayaan layanan katastropik saja, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp22,2 triliun setiap tahun," ungkapnya.
Baca Juga:
BPJS Kesehatan Perkuat Transformasi Digital Melalui VIOLA, Permudah Akses Layanan JKN
Ia menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan tambahan anggaran kesehatan sebesar Rp20 triliun guna memperkuat pelayanan kesehatan nasional.
"Insya Allah akan ada tambahan anggaran sekitar Rp20 triliun agar pelayanan kesehatan semakin baik, terutama bagi peserta penerima bantuan iuran," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas dukungan dan komitmen pemerintah terhadap keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca Juga:
Pejabat Kanwil Ditjenpas Jambi Ditangkap Terkait Jaringan Narkoba
"Kami mewakili seluruh peserta BPJS Kesehatan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang selama ini konsisten mendukung berbagai regulasi untuk menjamin pelayanan kesehatan masyarakat," kata Prihati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) dan tenaga medis yang terus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN di seluruh Indonesia.
Prihati mengimbau masyarakat untuk menjaga status kepesertaan BPJS Kesehatan agar tetap aktif sehingga manfaat Program JKN dapat terus dinikmati.