"Pada saat H3-H12 tentunya dengan penyakit penyerta
(komorbid) belum berat dan juga belum masuk tahap kritis dengan ventilator.
Efektivitas kesembuhannya akan tinggi, namun jika diberikan saat keadaan pasien
sudah kritis efek terapinya akan kecil," pungkasnya.
Baca Juga:
PAMA MTBU Perkuat Komitmen ESG lewat Donor Darah di Bulan K3 Nasional
Abu Janda Selamat
Berkat Plasma Konvalesen
Abu Janda sudah dinyatakan sembuh dari Corona setelah 10
hari dirawat di RS Mayapada, Jakarta Selatan. Abu Janda mengaku terselamatkan
karena mendapatkan donor plasma konvalesen.
"Saya selamat karena plasma, saya saksi hidup selamat
karena plasma," ujar Abu Janda saat dihubungi, Senin (19/7/2021).
Baca Juga:
Sepanjang 2025 BP3MI Riau Terima 2.707 PMI Bermasalah dari Malaysia
Abu Janda mengatakan ia masuk UGD RS Mayapada dengan gejala
yang berat. Ditambah lagi, Abu Janda punya penyakit bawaan yang memperparah
kondisinya.
"Aku masuk UGD itu kondisiku berat, aku komorbid paru.
Itu yang bikin saya berat," katanya.
Abu Janda mendapatkan 3 kantong plasma konvalesen.
Kondisinya terus membaik setelah mendapatkan donor plasma konvalesen.