Berdasarkan informasi kesehatan dari Alodokter, ginjal merupakan organ vital dalam tubuh manusia.
Organ ini memiliki fungsi utama menyaring limbah metabolisme yang terdapat dalam darah sebelum dikeluarkan melalui urine.
Selain menyaring zat sisa, ginjal juga berperan menghasilkan hormon eritropoietin yang membantu pembentukan sel darah merah.
Baca Juga:
Tumor Ginjal Tak Selalu Harus Angkat Organ, Dokter Jelaskan Kapan Partial Nephrectomy Bisa Dilakukan
Ginjal juga memproduksi enzim renin yang berfungsi mengatur tekanan darah agar tetap stabil.
Penyakit Kanker Ginjal umumnya terjadi akibat mutasi gen pada sel-sel ginjal.
Mutasi tersebut menyebabkan sel berkembang secara abnormal dan membelah tanpa kendali.
Dalam dunia medis, kanker ginjal memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan karakteristik sel penyebabnya.
Salah satu tipe yang paling sering ditemukan pada orang dewasa adalah renal cell carcinoma, yaitu kanker yang berkembang pada bagian tubulus ginjal.
Baca Juga:
Gugatan Hak Cipta Amblas, Vidi Bebas dari Ancaman Ganti Rugi Rp 28 Miliar
Pada tahap awal, kanker ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Hal ini membuat penyakit tersebut kerap terlambat terdeteksi karena penderita tidak menyadari adanya gangguan kesehatan.
Ketika penyakit memasuki stadium lanjut, penderita biasanya mulai merasakan sejumlah gejala.
Beberapa di antaranya adalah nyeri di bagian punggung bawah, urine yang bercampur darah, hingga penurunan berat badan secara drastis.
Untuk memastikan diagnosis kanker ginjal, diperlukan berbagai pemeriksaan medis.
Pemeriksaan tersebut meliputi tes darah, tes urine, serta pemindaian seperti CT scan atau USG pada organ ginjal.