WAHANANEWS.CO, Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan serius di sektor kesehatan akibat munculnya beban ganda persoalan gizi.
Di satu sisi, pemerintah masih berupaya menekan angka stunting pada anak, sementara di sisi lain prevalensi obesitas pada kelompok usia dewasa terus menunjukkan peningkatan seiring perubahan gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat.
Baca Juga:
Menkes Targetkan Serapan Anggaran Kemenkes Tembus di Atas 95 Persen, Tata Kelola Diperbaiki
Menurut Dante, perubahan budaya, termasuk semakin mudahnya masyarakat memperoleh berbagai jenis makanan, turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus obesitas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memicu berbagai penyakit tidak menular yang dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat apabila tidak ditangani sejak dini.
“Perubahan budaya, termasuk kemudahan memperoleh makanan, ikut mendorong kenaikan obesitas. Saat ini sekitar satu dari tiga orang di Indonesia mengalami obesitas, sehingga kita menghadapi double burden, yakni stunting pada anak dan obesitas pada orang dewasa,” kata Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca Juga:
DPR Desak Pengawasan Ketat Distribusi ARV dan Perbaikan Sanitasi Rumah Warga Miskin
Dante menjelaskan, pemerintah menilai upaya pencegahan harus menjadi prioritas, salah satunya melalui penguatan deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit.
Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, masyarakat diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih berat atau menimbulkan komplikasi.
Untuk mendukung langkah tersebut, Kementerian Kesehatan terus mengajak masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah disediakan pemerintah.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.
“Dengan Cek Kesehatan Gratis, kita berharap faktor risiko penyakit bisa diketahui lebih dini. Sehingga pembiayaan kesehatan lebih rendah, masyarakat lebih sehat, dan angka harapan hidup semakin tinggi,” ujar Wamenkes Dante.
Lebih lanjut, Dante menegaskan bahwa penguatan layanan deteksi dini tidak hanya bertujuan menekan angka penyakit, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerintah ingin memastikan generasi muda tumbuh dengan kondisi kesehatan yang optimal sejak usia dini hingga memasuki usia produktif.
Ia menambahkan, pencegahan penyakit tidak menular perlu dilakukan sejak awal melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin, penerapan pola hidup sehat, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga status gizi dan kesehatan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan kualitas kesehatan masyarakat dapat terus meningkat dan mendukung pembangunan nasional dalam jangka panjang.
“Kita mulai dari anak-anak karena ingin menciptakan Generasi Emas 2045 yang sehat. Karena itu, manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis secara berkala, idealnya setiap tahun di puskesmas,” kata Dante.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]