WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lebaran menjadi momen yang paling dinantikan oleh masyarakat karena identik dengan kebahagiaan dan kesempatan berkumpul bersama keluarga.
Selain itu, berbagai hidangan khas juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan hari raya.
Baca Juga:
Pemerintah Salurkan BSPS 2026, 19 Rumah di Humbang Hasundutan Siap Diperbaiki
Namun, setelah Lebaran usai, tidak sedikit orang yang justru mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Beberapa di antaranya merasa lelah, kurang fit, hingga mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pola makan yang kurang terkontrol selama perayaan.
Baca Juga:
Program SUGT 2026 Resmi Dibuka, Pemerintah Perkuat Ekosistem Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Konsumsi makanan manis, berlemak, dan bersantan secara berlebihan, ditambah kelelahan akibat aktivitas silaturahmi dan perjalanan jauh, menjadi faktor utama pemicunya.
Akibatnya, berbagai gangguan kesehatan seperti masalah pencernaan, sakit tenggorokan, hingga peningkatan tekanan darah dapat terjadi.
Mengacu pada data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat sejumlah penyakit yang kerap muncul setelah Lebaran.
Berikut beberapa di antaranya beserta penyebabnya.
1. Diare
Diare biasanya terjadi akibat konsumsi makanan yang terlalu pedas, berlemak, atau kurang higienis.
Selain itu, kebiasaan makan tanpa mencuci tangan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran pencernaan.
2. Sakit tenggorokan
Kondisi ini dapat dipicu oleh konsumsi makanan atau minuman yang terlalu panas maupun terlalu dingin.
Gejala yang muncul antara lain rasa perih saat menelan, tenggorokan kering, serta batuk ringan.
3. Hipertensi
Asupan makanan tinggi garam dan lemak selama Lebaran dapat meningkatkan tekanan darah.
Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menimbulkan gejala seperti pusing dan mudah lelah, bahkan berisiko menyebabkan komplikasi serius.
4. Nyeri otot
Aktivitas fisik yang meningkat, seperti perjalanan jauh dan kunjungan ke banyak tempat, dapat menyebabkan otot menjadi pegal atau kram.
Kurangnya peregangan sebelum dan sesudah aktivitas juga memperparah kondisi ini.
Istirahat yang cukup serta latihan ringan seperti stretching sangat dianjurkan untuk meredakan nyeri.
5. Asam urat
Konsumsi makanan tinggi purin seperti emping, kacang-kacangan, dan jeroan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.
Kondisi ini ditandai dengan nyeri, bengkak, dan kekakuan pada sendi, terutama di bagian kaki.
6. Kolesterol tinggi
Makanan berlemak seperti gorengan, santan, dan daging olahan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko memicu penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah.
7. Diabetes
Konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan selama Lebaran dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar kembali menerapkan pola hidup sehat setelah Lebaran.
Mengatur pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga waktu istirahat menjadi langkah penting untuk memulihkan kondisi tubuh.
Dengan menjaga keseimbangan gaya hidup, risiko penyakit pasca Lebaran dapat diminimalkan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]