WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sejumlah karyawan toko roti di Cakung, Jakarta Timur, memilih mengundurkan diri setelah insiden penganiayaan yang dilakukan oleh George Sugama Halim, anak pemilik toko roti, terhadap pegawainya, Dwi Ayu Darmawati atau D (19).
D mengaku langsung berhenti bekerja setelah menjadi korban kekerasan tersebut. Keputusannya kemudian diikuti oleh beberapa rekan kerja lainnya.
Baca Juga:
Wanita 70 Tahun Bisa Melahirkan, Inilah Sederet Kisah Kehamilan di Usia Tua
"Teman-teman saya masih bertahan berharap gaji mereka dibayarkan dulu. Tapi, gajinya tetap tidak keluar. Akhirnya, mereka semua keluar juga, sekitar tiga orang dari bagian depan atau kasir," ujar D, melansir Kompas.com, Sabtu (21/12/2024).
D juga mengungkapkan bahwa para pegawai di toko tersebut merasa resah karena tidak ada kontrak kerja dan tanggal pasti untuk pembayaran gaji.
"Gajinya memang nggak ada tanggal tetapnya. Jadi mungkin itu yang membuat teman-teman saya resah," katanya.
Baca Juga:
Instagram Rajai Daftar Aplikasi Terpopuler di Dunia, Ini 10 Besar Lainnya
Ia menambahkan bahwa gaji bulan Oktober miliknya juga belum dibayarkan.
"Gaji Oktober saya belum diterima. Bos saya sempat menyuruh saya mengambilnya langsung ke toko, tapi karena kondisi saya seperti ini, saya nggak bisa datang," ungkap D.
Selain D, beberapa rekan kerjanya juga mengalami penundaan pembayaran gaji.