WahanaNews.co | Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Myanmar disebut Bareskrim Mabes Polri bertambah menjadi 25 orang.
Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengatakan penambahan korban itu didapati usai pendataan yang dilakukan penyidik.
Baca Juga:
Dijual Ibu Kandung, RZA Hilang Sebulan dan Ditemukan di Pedalaman Sumatera
"Terkait korban kami sampaikan bahwa pertama kali disampaikan ada 20 orang, ternyata di KBRI di Thailand di Bangkok, itu kita dapatkan 5 orang. (Total) Korban 25," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (15/6/2023).
Djuhandhani menjelaskan dari seluruh korban tersebut, terdapat lima WNI berhasil melarikan diri terlebih dahulu dari perusahaan tempat mereka disekap.
Kendati demikian, ia memastikan kelima WNI itu saat ini telah berhasil ditemukan dan telah berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok.
Baca Juga:
Komisi IX DPR Dorong Pencegahan Sistemik dalam Penanganan Perdagangan Orang
"Jadi bukan kabur dari pengawasan KBRI ataupun dari tempat kita, tapi dia kabur dari perusahaan di mana dulunya dia disekap. dia kabur sendiri," jelasnya.
Djuhandhani menerangkan dalam kasus ini pihaknya telah menangkap dua orang tersangka bernama Andri Satria Nugraha dan Anita Setia Dewi yang merekrut dan mengirim 16 korban ke Myanmar.
Sementara untuk 9 WNI lainnya, kata dia, direkrut oleh pelaku yang kini masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) berinisial ER.