WAHANANEWS.CO, Banyuwangi - Idrus Efendi, produser film asal Banyuwangi yang dikenal lewat karya “Rindu yang Bertepi”, ditahan Polresta Banyuwangi pada Minggu (25/5/2025).
Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan dana perusahaan sebesar Rp 2,2 miliar.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Pajak DJP, KPK Periksa 17 Saksi
Idrus sebelumnya menjabat sebagai konsultan pajak dan pengelola keuangan untuk sejumlah perusahaan milik Ketua HIPMI Banyuwangi, Ferdy Elfian.
Dalam kapasitas itu, ia diberikan akses penuh terhadap token bank milik perusahaan.
“Dari kepercayaan itulah, tersangka memegang token bank milik perusahaan. Bahkan tersangka sudah menerima gaji setiap bulannya,” ujar kuasa hukum pelapor, Uyun Sadewa.
Baca Juga:
Kejari Usut Korupsi Pembangunan Penyediaan Air Baku di Gunungsitoli, Konsultan Pengawas Ditahan
Namun, kepercayaan itu diduga disalahgunakan. Menurut Uyun, penggelapan terungkap pada akhir 2024 setelah audit internal menemukan aliran dana yang tidak wajar.
Dana tersebut, kata Uyun, digunakan Idrus untuk kepentingan pribadi seperti membiayai umrah, membeli kamera produksi, hingga mendanai film "Rindu yang Bertepi" yang tayang perdana pada Desember 2024.
“Kita sebelumnya sudah memberikan waktu untuk mengembalikan uang yang digunakannya, namun tersangka tidak menyelesaikannya, sehingga kita terpaksa harus menempuh jalur hukum,” tegas Uyun.