WAHANANEWS.CO, Jakarta - Suasana Kota Serang mendadak mencekam setelah dua anggota Brimob Polda Banten menjadi korban pengeroyokan dan pembacokan yang diduga dilakukan sekelompok debt collector saat proses penarikan kendaraan berujung ricuh.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB di wilayah Legok, Kota Serang, Banten.
Baca Juga:
Dukung Kepemimpinan Baru BGN, BPKN Minta Transparansi hingga Cegah Monopoli di Program MBG
Akibat kejadian tersebut, dua personel Brimob mengalami luka serius dan saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten.
Dijelaskan Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, insiden bermula ketika sekitar 11 orang debt collector bergerak di wilayah Kota Serang untuk melakukan penarikan terhadap sebuah mobil yang dikendarai dua anggota Brimob.
Keributan kemudian pecah pada malam hari ketika kedua belah pihak bertemu di kawasan Legok hingga berujung aksi pengeroyokan.
Baca Juga:
KLB KOWANI Tetapkan Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru, Usung Lima Misi Transformasi
"Dalam penarikan paksa itu terdapat dua orang korban personel Brimob dan saat ini sudah dirawat," ujar Maruli di kantornya, Rabu (3/6/2026).
Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya melerai dan memberikan bantuan kepada kedua anggota Brimob yang menjadi sasaran pengeroyokan.
Situasi yang semakin memanas justru berakhir dengan aksi pembacokan terhadap Bripda FN dan Bripda YSB hingga keduanya mengalami luka cukup serius.