WAHANANEWS.CO, Jakarta - Rekaman CCTV menguak detik-detik brutal pembunuhan seorang ibu rumah tangga bernama Dumaris Isni (60) di Rumbai, Pekanbaru, yang diduga dilakukan oleh komplotan berjumlah empat hingga lima orang yang memiliki kedekatan dengan korban, Kamis (30/4/2026).
Korban diketahui tewas setelah dipukul menggunakan balok kayu oleh pelaku dalam peristiwa yang terjadi di dalam rumahnya pada Rabu (29/4/2026).
Baca Juga:
Sadis! Korban Penculikan di Garut Dipaksa Makan Kotoran Ayam
Dalam rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, terlihat dua wanita dan dua pria datang menggunakan mobil minibus dan memarkirkannya di pinggir jalan sebelum masuk ke rumah korban.
Dua wanita tersebut kemudian masuk ke dalam rumah dan sempat berbincang dengan korban di ruang tamu sebelum aksi kekerasan terjadi.
Sekitar pukul 10.30 WIB, seorang pria bertopi masuk ke dalam rumah sambil membawa balok kayu dan langsung menyerang korban tanpa banyak bicara.
Baca Juga:
Misteri Kuburan Massal, Penemuan 56 Jenazah Ungkap Sisi Gelap Trinidad
Korban yang sedang duduk langsung terkapar setelah dipukul di bagian kepala hingga leher dalam serangan mendadak tersebut.
Pelaku bahkan sempat melihat ke arah kamera CCTV sebelum merusak perangkat tersebut di beberapa titik dalam rumah.
Beberapa menit setelah kejadian, seorang pria lain datang menggunakan sepeda motor namun tidak lama kemudian meninggalkan lokasi.
Dari rekaman CCTV lainnya, para pelaku terlihat keluar dari rumah sekitar pukul 11.14 WIB sambil membawa sejumlah tas yang diduga berisi barang berharga milik korban.
Total lima orang terekam dalam aksi tersebut yang terdiri dari tiga pria dan dua wanita dengan peran berbeda-beda dalam menjalankan aksi kejahatan tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai, Dodi Vivino, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihaknya telah mengamankan satu orang untuk dimintai keterangan.
"Iya, sesuai video yang beredar. Ada satu orang sudah diamankan," ujar Dodi.
Orang yang diamankan diketahui merupakan anak kandung korban berinisial A yang sempat datang ke lokasi menggunakan sepeda motor saat kejadian berlangsung.
Namun, yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui bahwa ibunya telah dibunuh karena tidak masuk ke dalam rumah.
"Dia datang tapi tidak masuk rumah. Diduga sempat dibujuk salah satu pelaku untuk pergi. Saat ini masih kita dalami keterangannya," jelas Dodi.
Polisi juga mengungkap bahwa salah satu wanita yang datang lebih dulu ke rumah korban merupakan mantan menantu korban.
"Itu yang memakai celana kuning, mantan menantu korban. Dia sempat bersalaman dengan korban sebelum kejadian," tambahnya.
Saat ini aparat kepolisian masih memburu pelaku lainnya serta mendalami motif di balik pembunuhan dan perampokan tersebut.
Dugaan sementara, aksi tersebut dilakukan untuk menguasai harta milik korban yang terlihat dari sejumlah barang berharga yang hilang dari lokasi kejadian.
Hal itu diperkuat dengan rekaman CCTV yang memperlihatkan para pelaku keluar membawa tas ransel dan tas jinjing.
Korban sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya pada Rabu (29/4/2026) siang setelah ditinggal sendirian.
Sebelum kejadian, korban sempat diajak suaminya untuk mengurus pajak kendaraan, namun memilih tetap berada di rumah.
Saat itulah para pelaku datang dan melakukan aksi keji yang berujung pada hilangnya nyawa korban.
"Polisi memastikan penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pelaku dan jaringan di balik kasus pembunuhan ini," tutupnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]