Untuk mendukung cerita yang telah disusun, Nugroho membeli sebilah silet dan mendatangi lokasi di sebelah timur Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kraksaan.
Di tempat tersebut, ia sengaja melukai bagian tangan dan kepalanya agar terlihat seperti korban tindak kriminal.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
"Saya melukai tangan dan kepala saya sendiri menggunakan silet, kemudian meminta bantuan seseorang yang tidak saya kenal untuk diantar berobat ke RS Waluyojati Kraksaan," jelas Nugroho.
Setelah membuat luka pada tubuhnya, ia meminta pertolongan seorang warga yang tidak dikenalnya untuk mengantar dirinya ke rumah sakit.
Dalam keterangannya kepada penyidik, Nugroho memastikan seluruh rangkaian peristiwa tersebut dilakukan seorang diri tanpa melibatkan pihak lain.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
Terungkapnya kasus begal palsu itu membuat Nugroho akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan aparat kepolisian.
Ia mengakui informasi yang disebarkannya telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Probolinggo dan kepada kepolisian, khususnya Polres Probolinggo, atas informasi yang tidak benar tersebut. Hasil penjualan sepeda motor itu saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari," tegasnya.