Dalam kondisi terluka parah dan berlumuran darah, korban masih sempat meraih telepon genggamnya untuk meminta bantuan.
Korban kemudian mengirimkan foto selfie wajahnya yang penuh darah kepada rekannya melalui aplikasi WhatsApp.
Baca Juga:
Mitos atau Fakta? Dokter Ungkap Hubungan Golongan Darah O dengan Kolesterol
"Setelah pelaku kabur, korban dalam keadaan lemas berusaha duduk di kursi kasir dan mengirim foto selfie wajah berlumuran darah kepada rekan kerjanya via WhatsApp dengan mengirimkan chat 'Tolong Gung aku mau dibunuh'," kata Bayu.
Tak lama kemudian, rekan korban bernama Agung bersama seorang saksi lainnya mendatangi lokasi setelah menerima pesan tersebut.
Saat tiba di kantor, mereka mendapati pintu dalam keadaan tertutup dan kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk masuk ke dalam.
Baca Juga:
HiWaDa Kepri Minta Wali Kota Batam dan Bunda PAUD, Libatkan OPD Terkait Kawal Kasus PG Djuwita
"Dan setelah datang warga sekitar, barulah saksi masuk dan melihat ruangan kasir sudah terbuka pintu dan dilihat darah sudah berceceran di lantai dan korban posisinya duduk dengan kepala terbaring di meja setengah sadar dengan sekujur tubuhnya berlumuran darah," jelasnya.
Korban kemudian dievakuasi ke RS Efarina Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis.
Pada saat bersamaan, laporan kejadian disampaikan ke call center Polri 110 sehingga polisi segera melakukan penyelidikan.