Kecurigaan itu semakin kuat setelah Noorman melihat video dari pihak kepolisian yang memperlihatkan kondisi anak-anak di dalam daycare tersebut.
Dalam rekaman tersebut, anak-anak terlihat diikat, tidak mengenakan pakaian, dan hanya memakai popok dalam kondisi yang memprihatinkan.
Baca Juga:
Ortu Korban Sebut Kekejaman Daycare Little Aresha Lebih Sadis dari Guantanamo
“Saya lihat video dari polisi pas anak-anak masih diikat dan gak pakai baju. Hanya pakai popok. Ada yang disuruh berdiri di cagak pintu. Ada yang dibedong. Ada yang di lantai,” tuturnya.
Pengalaman itu membuat Noorman mengaku mengalami trauma dan menyesal telah mempercayakan anak-anaknya di tempat tersebut.
“Saya trauma. Pas lihat video saya nangis. Kalau ingat video itu, nangis saya,” imbuhnya.
Baca Juga:
Ngeri! 20 Bayi Disesakkan dalam Ruang 3x3, Ada yang Diikat
Ia juga mengungkapkan bahwa anak-anak diperlakukan tidak layak dengan hanya diberi alas tipis dan tanpa perlindungan yang memadai.
“Anak saya di sana diperlakukan tak manusiawi. Anak ditelanjangi hanya pakai popok. Diikat pakai kain. Ditaruh di lantai cuma pakai playmate bukan kasur,” pungkas Noorman.
Kesaksian serupa juga datang dari Sri, seorang nenek yang tinggal di Kotagede, Yogyakarta, yang menceritakan pengalaman cucunya yang diduga pernah dikunci di kamar mandi oleh pengasuh.