Anggota TNI yang menemukan korban segera membawanya ke Puskesmas Namfalus Motamasin untuk mendapatkan pertolongan pertama.
"Namun karena kondisi korban kritis, ia langsung dirujuk ke RSUPP Betun, Kabupaten Malaka," ungkap Dominggus.
Baca Juga:
Istri Muda Tewas di Tangan Suami, Polisi Ungkap Kekerasan Brutal di Asahan
Sesampainya di RSUPP Betun, korban langsung menjalani dua tindakan operasi sekaligus yakni operasi sesar untuk menyelamatkan bayi dalam kandungannya serta operasi penjahitan luka serius pada tangan kirinya akibat sabetan parang.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSUPP Betun pasca operasi sesar dan penanganan luka berat di tangan kirinya.
"Bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat. Korban belum bisa dimintai keterangan karena luka baru selesai dijahit," ucap Dominggus.
Baca Juga:
Mimpi Buruk Berakhir Tragis, Remaja di Karawang Tikam Ayah Kandung
Sementara itu, pelaku Ignas Nasuluan telah diamankan aparat kepolisian setelah kakak korban, Yolenta Bete (53), melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Malaka.
Polisi mengamankan pelaku saat berada di RSUPP Betun tidak lama setelah kejadian berlangsung.
Barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan dalam aksi KDRT tersebut juga telah disita oleh penyidik untuk kepentingan proses hukum.