Pencarian Alvaro menjadi sulit karena keluarga tidak melapor tepat pada hari kejadian dan rekaman CCTV sekitar rumah otomatis terhapus setiap hari, sehingga menghilangkan peluang mendapatkan jejak visual.
Setelah pemeriksaan terhadap saksi, sekolah, keluarga, pesan DM Instagram, hingga laporan yang masuk ke Kapolsek, polisi akhirnya menemukan titik terang delapan bulan setelah bocah itu dinyatakan hilang.
Baca Juga:
39 Kendaraan Lapis Baja Dikirim, Prancis Perkuat Lebanon di Tengah Konflik
Jenazah Alvaro ditemukan di Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, dalam kondisi tinggal kerangka, dan polisi kini menunggu hasil tes DNA untuk memastikan identitas secara ilmiah.
Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa pembunuhan dilakukan oleh Alex sendiri setelah menculik Alvaro dari sebuah masjid di Bintaro, Pesanggrahan, karena bocah itu menangis tanpa henti sehingga dibekap hingga meninggal.
Setelah korban tewas, Alex membungkus tubuh Alvaro dengan plastik hitam dan membuangnya dari Jembatan Cilalay pada Minggu malam (9/3/2025), tiga hari setelah hilangnya korban.
Baca Juga:
Konflik Timur Tengah Tekan Ekonomi Dunia, IMF Ingatkan Risiko Besar
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ardian Satrio Utomo mengungkapkan bahwa sebelum dibuang, jenazah disimpan pelaku selama tiga hari di garasi rumahnya di Tangerang dan ditutupi mobil berwarna perak.
Polisi menemukan lokasi pembuangan setelah memeriksa saksi berinisial G yang ikut diajak Alex membawa kantong plastik hitam dan mengaku bahwa pelaku menyebut isinya bangkai hewan, sehingga setelah rekonstruksi ulang dan bantuan unit K-9, kerangka manusia yang diduga milik Alvaro dapat ditemukan.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]