Dari pendekatan tersebut, AGP menyebut RS sebagai “Mak Tua” atau bibi dan mengaku diduga kerap mendapatkan tindakan kekerasan fisik dari perempuan tersebut.
“RS merupakan wanita yang paling ditakuti oleh AGP sehingga si anak takut untuk melapor terkait apa yang sudah dialaminya,” jelas Syahril.
Baca Juga:
Wakapolres Dairi Jenguk 2 Bocah Korban Kekerasan
Ketakutan terhadap RS diduga membuat AGP selama ini tidak berani menceritakan perlakuan yang dialaminya kepada orang lain.
Pemeriksaan medis kemudian dilakukan untuk mengetahui kondisi serta jenis luka yang terdapat pada tubuh korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, polisi menemukan luka pada bagian bibir dan lebam pada tangan kiri AGP.
Baca Juga:
Bocah 7 Tahun Alvino Purba Disiksa di Sidikalang, Telinga Berdarah hingga Tangan Patah
Pemeriksaan juga menemukan adanya luka yang telah bernanah pada tubuh korban serta luka bernanah pada bagian kaki kanan.
Pengembangan keterangan tidak berhenti pada kondisi AGP karena bocah tersebut kemudian mengungkap bahwa adiknya yang berinisial AP dan berusia enam tahun juga mengalami luka-luka yang diduga disebabkan oleh RS.
Keterangan AGP tersebut membuat polisi mendapati terdapat dua anak yang menjadi korban dalam perkara dugaan kekerasan tersebut.