"Mereka tidak mabuk. Sebelumnya, awalnya, ada temannya datang duluan ke sana, kemudian temannya minta bantuan, datanglah si yang meninggal (HPS) ini. Dan yang meninggal ini membawa senjata tajam, masalahnya. Mungkin masyarakat itu jadi marah, kan gitu, sehingga terjadilah pemukulan tersebut," terang Samsono.
Dia pun memastikan penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Baca Juga:
Bentrok Antargeng Motor, Polrestabes Medan Sergap 6 Pelaku Pengeroyokan Hilangnya Nyawa Korban
"Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Mudah-mudahan kasus ini segera terungkap," ucap Samsono.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.