WAHANANEWS.co, Jakarta - Jaksa Agung Muda Pidana Militer Kejaksaan Agung (Jampidmil Kejagung) Mayjen TNI Dr. W. Indrajit bersama Tim Penyidik Koneksitas telah menahan empat tersangka dari kalangan sipil.
Mereka terlibat dalam kasus dugaan korupsi kredit fiktif BRIguna di Batalyon Bekang Kostrad Cibinong periode 2016-2023.
Baca Juga:
Buka-bukaan, Jaksa Agung Ungkap Pernah Tolak Suap Rp2 Triliun
Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, keempat tersangka tersebut berinisial NS, RH, HS, dan OKP, yang semuanya merupakan pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI).
"Penahanan terhadap para tersangka dilakukan setelah proses pemeriksaan sebagai tersangka, yang tercatat dalam berita acara pemeriksaan oleh penyidik, serta setelah pemeriksaan kesehatan selesai," kata Harli dalam pernyataan resminya, dikutip Selasa (6/8/2024).
Selanjutnya, NS, RH, HS, dan OKP akan ditahan selama 20 hari mulai dari 5 hingga 24 Agustus 2024 di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung.
Baca Juga:
Jaksa Agung Gak Nampak Saat Bukber di Istana Merdeka, Prabowo: Lagi Ngejar-ngejar Orang
Harli menjelaskan bahwa NS, RH, HS, dan OKP adalah oknum pegawai dari BRI Unit Menteng Kecil dan BRI Cabang Cut Mutia.
"(Keempatnya) bertanggung jawab dalam proses pengajuan kredit BRIguna yang diajukan oleh tersangka DSH."
DSH, seorang juru bayar Bekang Kostrad Cibinong yang kini telah pensiun dari TNI, juga telah ditangkap dan ditahan.
"(DSH) mengajukan kredit BRIguna secara fiktif atau memanipulasi data pengajuan kredit sehingga merugikan pihak BRI sekitar Rp 55 miliar," ujar Harli.
Sebelumnya, BRI menanggapi kasus dugaan korupsi kredit fiktif prajurit yang tengah bergulir di Jampidmil Kejagung.
"Kasus fraud yang ditangani oleh Kejaksaan Agung tersebut merupakan pengungkapan dan pelaporan yang dilakukan oleh BRI," kata Pemimpin BRI Kantor Cabang Cut Meutiah, Rio Nugroho, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Rio mengatakan bahwa BRI menghormati semua proses hukum yang sedang berlangsung.
Dia juga mengapresiasi tindakan cepat dari penegak hukum dalam memproses pelaku.
"BRI telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum internal yang terlibat dalam kasus kredit fiktif tersebut dengan memberhentikan mereka, serta memproses secara hukum dan melaporkannya kepada pihak berwajib," ungkap Rio.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]