WAHANANEWS.CO, Jakarta - Seorang pria meregang nyawa di tangan darah dagingnya sendiri setelah cekcok soal uang berujung tikaman badik di tengah permukiman padat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memicu duka sekaligus ironi tragedi keluarga yang tak terelakkan.
Pertengkaran kecil soal utang berubah menjadi tragedi berdarah ketika UP (35) tewas usai dianiaya adik kandungnya sendiri, AM (28), menggunakan senjata tajam jenis badik di Jalan Opu Dg Risadju, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Jumat (2/1/2026).
Baca Juga:
Polisi Ungkap Kekerasan Ibu dan Ayah Tiri di Jaktim, Siksa Anak 6 Tahun Hingga Patah Tulang
Korban mengalami luka tusuk hampir di seluruh tubuh, termasuk bagian pinggang, lengan kiri, dan lengan kanan, lalu dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit, jelas Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin.
Sebelum peristiwa penganiayaan, saksi di sekitar lokasi sempat mendengar cekcok mulut antara korban dan pelaku yang berlangsung cukup panas.
Tak lama setelah cekcok tersebut, korban ditemukan tergeletak bersimbah darah akibat sejumlah tusukan senjata tajam jenis badik.
Baca Juga:
Batal Pesan PSK di MiChat, Pria 42 Tahun Dikeroyok dan Dirampas Barangnya
Penganiayaan bermula saat pelaku mendatangi korban untuk menagih utang sebesar Rp 1 juta, ungkap keterangan pelaku kepada polisi.
“Awalnya dia mendatangi korban karena hendak menagih utang, tapi kemungkinan tersinggung, sehingga langsung melakukan penganiayaan,” terang Wahiduddin.
Pelaku yang masih memiliki hubungan saudara kandung dengan korban kemudian langsung menyerahkan diri ke Polsek Mamajang sesaat setelah kejadian.