Kedua orang itu diduga mengirimkan tautan kepada korban yang berisi permintaan data pribadi korban.
Data-data itu mulai dari nomor KTP, nomor kartu kredit, nomor rekening, nomor ponsel, hingga PIN ATM korban.
Baca Juga:
Krimsus Tipikor Polda Metro Jaya Serius Ungkap Korupsi Perjalanan Dinas di Kemantan, 2 Eks Pegawai Jadi Tersangka
Hengki menjelaskan usai korban terjebak dalam modus penipuan tersebut, pelaku akan mengirimkan kode OTP ke korban.
Kode OTP itu yang nantinya menjadi pembuka aksi pelaku dalam menguras rekening korban.
"Setelah itu, ada kode OTP di pesan korban, ketika kode itu dimasukkan oleh korban maka terjadilah begal rekening," ujar Hengki.
Baca Juga:
Influencer Lula Lahfah Tutup Usia, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Kedua tersangka ditangkap di Desa Lebung Hitam, Kecamatan Tulung Slapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kqmis (14/7) di bawah pimpinan Kasubdit Resmob AKBP Handik Zusen dan Kanit 2 Kompol Maulana Mukarom.
Hengki mengungkapkan para korban ini dirayu dengan berbagai promosi yang ditawarkan apabila menjadi nasabah prioritas.
Tawaran pelaku ini membuat korban tergiur.