“Saya waktu itu penasaran, ini orang siapa ya kok bisa tahu banyak tentang saya dan cara ngomongnya itu seperti teman,” kata RG.
Selama dua minggu di awal Oktober, telepon dari pria tersebut datang hampir setiap malam di atas pukul 22.00 WIB hingga dini hari.
Baca Juga:
Bareskrim Kejar Aset PT DSI, Jejak Uang Jadi Kunci Pemulihan Korban
“Saya sampai kurang tidur, tapi dia selalu punya cara bikin tetap teleponan,” ucap RG.
Pria itu mengaku bekerja di bidang IT dan sedang menangani proyek situs perjudian di Makau.
Pada 9 Oktober 2025, pelaku mengatakan akan berangkat ke Makau dan meminta RG mengakses situs yang diklaim sebagai server proyeknya karena sedang bermasalah.
Baca Juga:
Geng Scam Myanmar Digulung, China Hukum Mati 11 Anggota Kunci
“Dia bilang kodingan webnya itu bermasalah dan baru bisa didapetin kalau login dari luar Makau,” cerita RG.
Pelaku lalu mengirimkan sebuah tautan dan meminta RG melakukan top up dana untuk “uji server.”
“Dia kasih link, sambil bilang, ‘Aku selalu top up di situ. Tapi kalau di jam-jam segini, nanti coba kamu refresh, nanti muncul kode,’” kata RG.