"Kan saya nggak ada pikiran kalau dia sudah meninggal ya di situ. Saya, bapaknya, kakaknya, sama si tersangka ke ruko itu kan. Ruko dibuka sama Alung sama kakaknya keadaan dalam ruko gelap," tuturnya.
Alung lantas mengatakan Wulan ada di atas meja. Iwan lalu menyalakan lampu kamera untuk mencari Wulan.
Baca Juga:
Pembunuhan Siswa SMP: Pernah Menulis Soal Menghabisi, Jejak Medsos Tersangka Bikin Merinding
"Saya tanya mana si kakak, dia bilang itu di sana di atas meja. Disenter sama saya pakai lampu HP," katanya.
Betapa kagetnya Iwan saat mendapati Wulan sudah terbujur kaku.
"Saya lihat astagfirullah, ya Allah, kata saya, ini sudah hancur, rusak (menunjuk bagian hidung). Mukanya sudah membiru, saya pegang tangannya, kata saya ini mah anak saya sudah meninggal," katanya.
Baca Juga:
Aktivis Labuhanbatu Diduga Meninggal di KTV, Polisi: Bukan Overdosis Maupun Unsur Pembunuhan
Seketika itu, ayah Alung menangis sambil bersujud. Iwan tak melihat jelas bagaimana reaksi Alung sekeluarga karena kondisi di dalam ruko gelap.
"Di situ juga bapaknya nangis, pada sujud atau apa kan gelap ya," katanya.
Iwan sungguh geram. Ia kemudian beranjak keluar dari ruko, namun sempat ditahan oleh kakak Alung.