Selepas dari belakang kamar 136, Heri yang mantan karyawan Hotel Bumi Aditya memindahkan jenazah Maria Matilda ke kamar kosong pada lantai dua hotel.
"Di kamar kosong itu cuma sehari, karena dengar kabar ada polisi datang mau cek TKP," ucapnya.
Baca Juga:
Polisi Kasus pembunuhan di Bekasi, Motif Utang Piutang
Karena ada kegiatan pengecekan atas dasar laporan yang menyatakan Maria Matilda ini hilang, Heri memindahkan jenazah Maria Matilda ke bukit belakang hotel.
"Di situ (bukit) dua kali kami pindahkan lokasinya," kata Heri.
Selanjutnya, lokasi terakhir yang menjadi tempat kedua terdakwa mengubur jenazah Maria Matilda, yakni di pesisir pantai. Kedua terdakwa membawa jenazahnya menggunakan kendaraan roda dua pinjaman.
Baca Juga:
Cemburu Berujung Maut, Terapis Spa di Bekasi Dibunuh Suami Siri
"Dari bukit bawanya, waktu itu saya (Heri) jadi depan, boncengan sama Suhaeli. Jenazah kami masukkan dalam sarung, simpan di depan (dasbor)," ujarnya.
Lebih lanjut, Heri mengaku panik atas kejadian tersebut. Dirinya tidak menyangka akan berakhir demikian. Dari niat awal mencuri untuk bayar utang, berubah menjadi malapetaka
Maria Matilda tewas dengan luka benturan yang mengakibatkan pendarahan pada bagian kepala. Hal itu terjadi usai Heri menarik tubuh korban dari atas kasur hingga jatuh ke lantai.