Menurutnya, sistem statistik nasional juga harus mampu mendeteksi kondisi masyarakat rentan seperti penyandang disabilitas, warga miskin ekstrem, hingga kaum dhuafa secara lebih detail dan transparan.
Ia menilai keterbukaan data publik menjadi kebutuhan penting di era digital.
Baca Juga:
MY Esti Wijayati Minta BPS Sajikan Data Statistik yang Valid dan Kredibel
Bahkan, ia mencontohkan sejumlah daerah yang telah memiliki sistem pemantauan data sosial secara real-time hingga tingkat RT, termasuk data penyebaran stunting yang dapat diakses masyarakat dengan mudah.
Menurut Fikri, sistem informasi statistik di kota-kota besar seperti Solo sudah saatnya bertransformasi dari pola monografi statis menuju sistem digital yang lebih dinamis, terintegrasi, dan mudah diakses publik.
Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat lebih cepat mengambil langkah kebijakan berdasarkan kondisi lapangan yang sebenarnya.
Baca Juga:
Lestari Moerdijat Ajak Remaja Jujur Cantumkan Usia di Media Sosial demi Keamanan Digital
"Kaum dhuafa adalah mereka yang tidak mampu berusaha, sehingga diperlukan afirmasi yang jelas. Melalui Sensus Ekonomi dan program Kelurahan Cantik ini, kita harapkan data yang dihasilkan menjadi dasar kebijakan yang lebih manusiawi dan tepat guna," pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.