Salah satu bentuk komitmen tersebut terlihat dari kehadiran jajaran pejabat BNPP dalam peringatan Hari Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste di Dili.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara negara-negara bertetangga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kedua sisi perbatasan.
Baca Juga:
Aher Tegaskan Perlindungan Lahan Sawah Dilindungi Penting untuk Kedaulatan Pangan Nasional
Diplomasi perbatasan yang dilakukan secara aktif juga dinilai mampu membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama bilateral, serta membantu penyelesaian berbagai persoalan lintas batas secara konstruktif.
“Hubungan yang harmonis antara Indonesia dan Timor-Leste akan membuka peluang yang lebih besar bagi kemajuan kawasan perbatasan,” tegas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.
Selain aspek diplomasi, Kang Aher turut menyoroti peran strategis Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang saat ini dikelola BNPP di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga:
Fauzan Khalid Tegaskan Ibu Kota Negara Masih Jakarta hingga Terbit Keppres Pemindahan IKN
Sejumlah PLBN utama seperti Motaain, Motamasin, Wini, dan Napan dinilai telah menjadi simbol kehadiran negara sekaligus pusat aktivitas masyarakat lintas batas.
Keberadaan PLBN modern tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemeriksaan keimigrasian dan kepabeanan, tetapi juga menjadi simpul konektivitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kehadiran fasilitas tersebut telah memberikan dampak positif terhadap perdagangan, perkembangan usaha mikro dan kecil, sektor transportasi, hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat lainnya di kawasan perbatasan.