WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya penanganan darurat akibat terputusnya akses transportasi pada jalur Aceh Timur–Gayo Lues melalui ruas Peureulak–Lokop terus menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Hingga saat ini, proses pembukaan kembali jalan provinsi tersebut telah memasuki fase akhir dan hanya menyisakan sedikit pekerjaan sebelum jalur dapat kembali terhubung secara fungsional.
Baca Juga:
Lebih 3.400 Huntara Disiapkan untuk Pemulihan Banjir Aceh Timur
Penanganan darurat infrastruktur jalan ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh sebagai bagian dari respons cepat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.
Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan cakupan penanganan mulai dari kilometer 36 hingga kilometer 103, meliputi pembersihan material, perbaikan badan jalan, serta penataan jalur sementara agar dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu, batas administratif Kabupaten Gayo Lues berada di kilometer 110. Dengan demikian, masih terdapat sisa penanganan sepanjang sekitar 6,4 kilometer yang harus diselesaikan untuk memastikan konektivitas penuh antarwilayah.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Dampak Gempa Talaud, Belasan Rumah dan Faskes Terdampak
Sejumlah kendaraan melewati jembatan darurat yang dibangun untuk kembali menghubungkan akses jalur provinsi Aceh Timur-Gayo Lues, di kilometer 83 Peureulak-Lokop pascabanjir bandang di Gampong Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Dinas PUPR Provinsi Aceh menargetkan keterhubungan jalur atau functional connectivity dapat tercapai dalam waktu sekitar satu pekan ke depan, seiring optimalisasi pengerahan alat berat serta personel lapangan yang bekerja secara intensif setiap hari.
Tidak hanya dilakukan dari arah Kabupaten Aceh Timur, pembukaan jalur Peureulak–Lokop juga dikerjakan secara paralel dari sisi Kabupaten Gayo Lues.