Forum tersebut mengusung tema "The Role of Parliament in Strengthening ASEAN Centrality in Navigating Complex Global Challenges", yang menitikberatkan pada peran parlemen dalam memperkuat sentralitas ASEAN sebagai fondasi bagi stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran kawasan.
Menurut Amelia, di tengah rivalitas geopolitik yang semakin tajam, ASEAN harus tetap mampu menjaga kemandiriannya dalam menentukan arah kebijakan regional.
Baca Juga:
Menkes Targetkan Serapan Anggaran Kemenkes Tembus di Atas 95 Persen, Tata Kelola Diperbaiki
"Asia Tenggara tidak boleh hanya menjadi arena kompetisi bagi kekuatan-kekuatan besar," tegas Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Lebih lanjut, Amelia menilai diplomasi parlemen melalui AIPA memiliki fungsi penting sebagai jembatan komunikasi yang dapat memperkuat rasa saling percaya di antara negara-negara anggota ASEAN.
Menurutnya, komunikasi yang intensif antarlembaga legislatif menjadi salah satu modal utama dalam menjaga stabilitas kawasan.
Baca Juga:
DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Perkuat Posisi RI di Peta Keuangan Global
"Melalui diplomasi parlemen, AIPA dapat membantu menjaga agar jalur komunikasi tetap terbuka, membangun kepercayaan antarnegara, dan memperkuat pemahaman mengenai kepentingan bersama," kata Anggota Komisi I DPR RI ini.
Selain menjalankan fungsi diplomasi, parlemen juga memiliki peran pengawasan terhadap berbagai bentuk kerja sama ASEAN dengan negara-negara mitra.
Pengawasan tersebut dinilai penting agar seluruh bentuk kemitraan tetap berpedoman pada hukum internasional dan tidak mengganggu solidaritas kawasan.