Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas keagamaan warga binaan sekaligus memperkuat pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pembinaan.
Ia menilai bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran yang sangat strategis dalam proses rehabilitasi sosial.
Baca Juga:
Pesantren Didorong Adopsi Kurikulum Internasional untuk Cetak Santri Berdaya Saing Global
Selain meningkatkan kualitas ibadah, pembinaan spiritual juga mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat kedisiplinan, serta membangun optimisme warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Selain fokus pada pembinaan kepribadian, Ateng juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program pembinaan kemandirian yang telah berjalan di Lapas Kelas IIB Majalengka.
Beragam pelatihan keterampilan diberikan kepada warga binaan, mulai dari merajut, tata boga, menjahit, pangkas rambut, hingga kegiatan di sektor peternakan, pertanian, dan perikanan.
Baca Juga:
Kesetaraan Gender Bukan Sekadar Kuota, Irine Dorong Perempuan Lebih Berpengaruh di Parlemen
Menurutnya, program-program tersebut merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas.
Bekal keterampilan yang diperoleh selama berada di lapas dapat menjadi modal penting untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.
“Kami mengapresiasi program yang telah berjalan. Semuanya menunjukkan keseriusan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat digunakan untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” katanya.