Bahlil menjelaskan, sejumlah media telah menampilkan foto-foto yang mengesankan aktivitas tambang terjadi di tengah kawasan wisata utama seperti Pulau Panemo.
Namun menurutnya, lokasi tersebut cukup jauh dari lokasi tambang sebenarnya.
Baca Juga:
Pesta Joget Usai Pelantikan, Publik Soroti Etika ASN di Raja Ampat
"Saya sering ke Raja Ampat. Pulau Panemo dengan PT Pulau GAG itu kurang lebih sekitar 30 km sampai dengan 40 km," katanya.
Ia memastikan akan turun langsung ke lokasi untuk mengecek kebenaran laporan tersebut.
Kebetulan, Bahlil memang berencana mengunjungi Sorong dalam waktu dekat untuk mengecek sumur-sumur minyak dan gas di wilayah Kepala Burung seperti Fak-Fak dan Bintuni.
Baca Juga:
Kunker Ketua DPD Gerindra Papua Barat Daya ke Raja Ampat, Pastikan Kesiapan Verifikasi Partai
"Saya sendiri akan turun, tapi mungkin sambil itu saya akan mengecek langsung di lokasi Pulau GAG," ujarnya.
Meski meminta publik menahan diri, Bahlil tak menampik adanya persoalan sosial dan budaya yang belum terselesaikan oleh perusahaan tambang.
"Saya melihat ada kearifan-kearifan lokal yang belum disentuh dengan baik. Jadi saya akan coba untuk melakukan evaluasi," ucapnya di sela acara di Jakarta International Convention Center, Senin (3/6/2025).