Kerusakan permukiman dan fasilitas warga pasca banjir di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, Rabu, (7/1/2026). [Sumber: BPBD Kab. Kep. Sitaro].
Selain korban meninggal, dilaporkan dua orang dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Baca Juga:
Pemerintah Pusat-Daerah Perkuat Koordinasi Tangani Dampak Banjir Bandang di Sitaro
Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, relawan, serta dukungan masyarakat setempat.
Dalam penanganan medis, sebanyak 12 korban dirujuk ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan, sementara empat korban lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manado guna memperoleh penanganan lanjutan sesuai kondisi medis masing-masing.
Bencana banjir bandang ini juga menyebabkan ratusan warga harus mengungsi. Hingga saat ini, sekitar 691 kepala keluarga tercatat terdampak dan berada di lokasi pengungsian.
Baca Juga:
Bangkit Pascabanjir, Bukit Tempurung Kuala Simpang Terus Berbenah dengan Semangat Gotong Royong
Pendataan pengungsi masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan dan pelayanan dasar secara merata.
Dari sisi kerusakan, data sementara mencatat 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah rusak berat, 29 unit rumah rusak sedang, dan 89 unit rumah rusak ringan.
Selain itu, tiga unit fasilitas pendidikan turut terdampak, sejumlah bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan, serta beberapa akses jalan masih terputus dan dalam proses pendataan lanjutan.